Web Analytics

Siapakah yang akan mendapatkan Lailatul Qadar

Mahdi Chung / / 07 April 2022, 05:11:37
Kenapa Lailatul Qadar Dirahasiakan Ini Hikmahnya Img Ews Media Inews New

Pada malam 10 hari terakhir bulan Ramadan umat Islam mulai konsentrasi untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Surat Alqadar sering disebut-sebut: ''Sesungguhnya kami telah menurunkan Alquran pada malam kemuliaan. Tahukah kalian apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan''.

Kita disuruh untuk mendapatkannya. Hadis Bukhari: ''Carilah Lailatul Qadar itu pada malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan''.

Malam Lailatul Qadar itu jelas merupakan malam yang luar biasa, karena Allah melipatgandakan nilai amal, yaitu lebih 1.000 bulan beramal.

Pertama, karena umat Muhammad fisiknya lemah dan umurnya pendek, maka Allah memberi kesempatan untuk dapat melipatgandakan amal-amalnya, supaya tidak tertinggal dari umat-umat terdahulu yang umurnya panjang dan fisiknya kuat. Bagi umat Muhammad Lailatul Qadar merupakan bonus dari Allah.

Kedua, dengan Lailatul Qadar diharapkan umat Islam benar-benar menekuni ibadah puasanya semenjak awal sampai akhir Ramadan dengan baik dan benar.

Ketiga, sebagai petunjuk bahwa umat Muhammad adalah umat yang pantas atau umat yang baik, maka kepada mereka diberi Lailatul Qadar.

Sekarang siapa yang paling berpeluang mendapatkan Lailatul Qadar? Jawabannya adalah; Orang-orang yang siap menerimanya.

Intinya adalah, bahwa orang-orang yang siap menerima Lailatul Qadar adalah orang-orang yang berpredikat mukmin sejati, dimana hablumminallah dan hablumminannas-nya oke dan teruji, barulah ditambah dengan syarat lain yaitu; Sudah melaksanakan 2/3 Ramadan dan beriktikaf.

Ingat, bahwa program iktikaf Ramadan bukanlah program dadakan. Program tersebut merupakan program terencana, terpadu dan berkesinambungan.

Sangat tidak masuk akal, Ramadan datang baru sibuk untuk menggapai Lailatul Qadar dan iktikaf. Padahal 11 bulan sebelumnya mereka hampir selalu bermain api terhadap ajaran Islam. Kesannya, Islam hanya berlaku di masjid, musalla dan pada bulan Ramadan.

Bagi mereka yang seperti itu, jika ingin ber-Ramadan, apa lagi mendapatkan Lailatul Qadar, haruslah betaubat dahulu kepada Allah SWT, barulah peluang mereka terbuka untuk mendapatkan Lailatul Qadar.

Jika tidak, maka sia-sialah kita sibuk, apalagi latah-latahan. Orang beriktikaf kita ikut pula, padahal belum memenuhi syarat untuk mendapatkannya. Oleh sebab itu persiapan diri sangat menentukan.

Kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin, tidak hanya dadakan, apalagi latah- latahan. Sebelas bulan akhlak dan perilaku keseharian kita betul-betul islami dan telah teruji.

Intinya, jadikanlah dulu diri kita sebagai mukmin sejati, baru diiringi dengan iktikaf. Wallahu a'lam.***

Credit : https://www.goriau.com/berita/baca/lailatul-qadar-untuk-siapa.html